Penilaian Lapangan Swacitta Nugraha: Inovasi "Sahabat Selsa" SMP Negeri 1 Selemadeg Tampilkan Integrasi Bimbingan Konseling dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital
Dalam rangka pelaksanaan Penilaian Lapangan Swacitta Nugraha, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan penilaian terhadap inovasi yang diusung oleh Kepala SMP Negeri 1 Selemadeg, Ni Wayan Sri Yasmini, S.Pd., M.Pd., sebagai salah satu inovator perwakilan Kabupaten Tabanan pada hari Kamis, 2 Juli 2026.
Didampingi oleh Kepala Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan, Ni Wayan Sri Yasmini, S.Pd., M.Pd. mempresentasikan inovasi yang bertajuk "Sahabat Selsa: Bimbingan Konseling dan Ekonomi Kreatif", sebuah inovasi yang mengintegrasikan layanan bimbingan konseling dengan pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi digital melalui satu platform aplikasi bernama Sahabat Selsa.
Aplikasi Sahabat Selsa dirancang sebagai media yang memudahkan peserta didik dalam mengakses layanan bimbingan konseling secara efektif, sekaligus menjadi wadah pengembangan kompetensi kewirausahaan melalui fitur Selsa Kreatif Market. Melalui inovasi ini, siswa tidak hanya memperoleh pendampingan dalam aspek akademik maupun nonakademik, tetapi juga dibekali keterampilan memanfaatkan teknologi digital, khususnya di bidang pemasaran digital (digital marketing).
Sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat, inovasi ini turut melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bajera. Kehadiran UMKM sebagai mitra memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar secara langsung mengenai pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga promosi berbasis digital. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi digital, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta memperkuat hubungan antara sekolah dengan masyarakat.
Melalui inovasi Sahabat Selsa, SMP Negeri 1 Selemadeg menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak bagi peserta didik maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan Penilaian Lapangan Swacitta Nugraha ini menjadi momentum untuk mengapresiasi berbagai inovasi daerah yang mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan pendidikan dan pembangunan, sekaligus mendorong lahirnya budaya inovasi yang berkelanjutan di Provinsi Bali.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini